Oleh: riversradja | Februari 28, 2008

Agama Bukan Sekedar Legal Opinion Semata

Agama merupakan suatu yang dianggap suci, di mana ajaran agama merupakan pandangan hidup yang paling prinsip bagi setiap orang. Dalam setiap ajaran agama, tentunya terdapat pesan perdamaian, karena dalam damai agama kemudian menjadi kosmologi sempurna. Di Indonesia, kita mengenal agama formal yang diakui oleh pemerintah. Hindu, Budha, Katolik, Kristen Protestan, dan Islam sehingga secara legalitas formal kelima agama ini diakui dan dilindungi keberadaannya.Praktik-praktik penyimpangan agama pada saat ini marak terjadi. Dan hal ini mengguncang emosi sebagian besar umat beragama. Ketika konflik Poso meletus, kita tentu melihat bagaimana dampak kemanusiaan yang ditimbulkan. Indonesia yang jumlah penduduknya terbesar keempat di dunia dengan tingkat keanekaragaman SARA memungkinkan gesekan tajam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Fenomena yang terjadi sebetulnya sudah menjadi rahasia umum, di Eropa pada abad 19 sudah terjadi tentang penyimpangan agama. Reaksi yang timbul pada saat itu hampir sama dengan tanggapan masyarakat di Indonesia saat ini. Kalau saya ditanya tentang bentang waktu terjadinya riak-riak hal ini, tidak dapat ditunjukan dengan ukuran skala waktu. Bagaimana hal ini terjadi dapat dikatakan seiiring kesadaran yang timbul dari sebuah individu yang tidak puas melihat tingkah polah pemimpin agama yang munafik. Apalagi kecendrungan pemimpin agama memasuki ranah politik tentu membuat setiap keputusan agama yang dimunculkan tidak lagi menyentuh sifat Ke-Ilahian. Tegas Romo Armada.

Lembaga Pakem, kalau dilihat juga sangat politik. Karena permasalahan yang sebenarnya tidak dapat diselesaikan dengan sebuah keputusan atau legal opinion (fatwa) belaka. Tetapi perlu dijawab dengan langsung pada perkara pandangan hidup agama secara konkrit.

“Kepada masyarakat, untuk pada saat ini sebaiknya tidak main hakim sendiri dalam menangani penganut aliran sesat”. Penggunaan kekerasan atau tindakan anarkis tidak dapat menyelesaikan permasalahan. Sebagai umat beragama tentu tindakan dalam mengatasi permasalahan ini adalah dengan cara yang sesuai dengan kaidah agama yang kita yakini. Dan bukan dengan cara yang membuat kita terlihat sebagai orang yang tidak beragama.

Peranan pemuka agama dan tokoh-tokoh masyarakat penting sekali dalam mengatasi permasalahan ini, dan dapat menenangkan umatnya. Karena sekali lagi kita semua harus segera intropeksi. Bagaimana saat ini frekuensi dan efektifitas pendidikan agama yang dilakukan secara formal makin menurun. Penurunan ini juga ditenggarai dapat menyebabkan maraknya penyimpangan ajaran agama. Agama yang ada di Indonesia harus menjadi duta Bangsa. Dunia sekarang ini hanya tahu bahwa Indonesia merupakan sarang teroris. Dengan semangat dialog kebersamaan maka kita tunjukkan pada dunia bahwa Bangsa Indonesia yang beradab dan bermartabat.

Pemuda-Pemudi Indonesia, harus menjadi agen demokrasi yang tanggap atas segala permasalahan yang terjadi. Karena anda adalah orang yang lebih dahulu tahu bagaimana kebersamaan itu merupakan keindahan dalam membangun peradaban. (RONALD)


Beri tanggapan

Your response:

Kategori